NewsKalteng.com, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) tidak tinggal diam dalam menghadapi tantangan inflasi yang mulai mengintai. Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diadakan secara virtual pada Senin (11/11/2025), Mura turut serta dalam diskusi strategis untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pangan.
Asisten I Setda Kab. Mura, Rahmat K. Tambunan, mewakili Bupati Mura dalam acara yang dihadiri oleh berbagai pimpinan dari lintas kementerian dan lembaga. Dalam pertemuan tersebut, BPS RI memaparkan data inflasi nasional yang tercatat pada angka 2,10 persen per Oktober 2025.
Namun, Murung Raya tidak luput dari tantangan. Berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) BPS, Mura termasuk dalam 50 daerah dengan kenaikan harga beras tertinggi se-Indonesia, mencatat kenaikan sebesar 0,46 persen pada pekan pertama November 2025.
Menjelang momentum perayaan Natal dan Tahun Baru, TPID Murung Raya bersama instansi terkait akan mengaktifkan langkah-langkah antisipatif,” tegas Asisten I Rahmat K. Tambunan. Langkah-langkah tersebut mencakup pemantauan rutin harga kebutuhan pokok, pelaksanaan operasi pasar, dan upaya untuk menjamin kelancaran distribusi bahan pangan.
Rahmat juga mengungkapkan bahwa Pemkab Mura telah berkoordinasi dengan Bulog dan Dinas Ketahanan Pangan untuk menjamin ketersediaan stok dan keterjangkauan harga beras bagi masyarakat Murung Raya.
TPID Murung Raya akan terus berkoordinasi secara intensif lintas sektor guna menjaga stabilitas harga bahan pangan strategis,” tambahnya.
Dengan komitmen dan koordinasi yang kuat, Mura siap menghadapi tantangan inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pangan bagi masyarakat.(*)













