Newskalteng.com, Puruk Cahu – Wakil Bupati (Wabup) Murung Raya (Mura), Rahmanto Muhidin, memimpin rapat finalisasi Badan Pengelola Masjid Agung Puruk Cahu. Bertempat di Aula Bapperida Mura, rapat ini menjadi penanda dimulainya era baru pengelolaan Masjid Agung Al Istiqlal, Senin (14/7/2025). Rahmanto Muhidin, yang juga merupakan Ketua Umum terpilih dalam kepengurusan Badan Pengelola, menekankan perlunya visi jangka panjang untuk masjid kebanggaan masyarakat ini.
Rapat tersebut secara spesifik membahas job desk dari masing-masing posisi kepengurusan, mulai dari Pengawas, Dewan Pertimbangan, Ketua Umum, dan jajaran pengurus lainnya. Menurut Rahmanto, rincian tugas ini sangat penting agar pelaksanaan tugas Badan Pengelola dapat berjalan secara maksimal dan terarah dengan baik.
Wabup Rahmanto menegaskan bahwa kepengurusan yang baru memiliki semangat, tekad, dan kesamaan visi untuk menjadikan Masjid Agung Al Istiqlal bukan hanya sekadar tempat beribadah, tetapi juga pusat wisata religi yang nyaman untuk dikunjungi. “Sehingga ketika masyarakat berkunjung, merasa nyaman,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa dalam waktu dekat, harus ada aksi nyata di lapangan. Langkah-langkah awal akan fokus pada penataan dan pengelolaan Masjid Agung, mencakup tata kelola administrasi kesekretariatan, tata kelola keuangan, serta perumusan rencana-rencana pembangunan ke depan. Keputusan dan rencana kerja ini akan dituangkan lebih lanjut dalam Rapat Kerja (Raker) yang dijadwalkan pada bulan Agustus.
Secara umum, Pemerintah Daerah (Pemda) Mura menyatakan dukungan penuh terhadap setiap keputusan yang akan diambil oleh Badan Pengelola dalam rangka perbaikan dan pengembangan Masjid Agung. Dukungan Pemda ini diharapkan dapat memperlancar seluruh proses penataan dan pengelolaan yang direncanakan.
Ke depan, Wabup Mura memiliki harapan besar: Masjid Agung akan bertransformasi menjadi pusat Pendidikan Islam atau Islamic Center yang terintegrasi. Rahmanto menjelaskan bahwa rencana ini akan dilaksanakan secara bertahap, mencakup pembangunan lembaga pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA, serta pusat pendidikan lainnya. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan riil dan perencanaan yang disepakati bersama oleh seluruh jajaran pengurus. (*)
