NewsKalteng.com, Puruk Cahu – Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, secara resmi membuka agenda Tashih Massal Metode Ummi pada Selasa (27/1/2026) sebagai bentuk dorongan Pemkab terhadap profesionalisme tenaga pendidik keagamaan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan bahwa pelayanan pendidikan non-formal di Murung Raya memenuhi standar kualitas yang tinggi.
Dalam pandangan Pemkab, guru ngaji bukan sekadar sukarelawan, melainkan profesi mulia yang membutuhkan keahlian teknis dan metodologi yang mumpuni. Melalui seminar bertema “Standarisasi Bacaan Al-Qur’an sebagai Pondasi Profesionalisme Pendidik Qur’ani”, pemerintah mengajak para guru untuk berani mengikuti uji kompetensi dan proses sertifikasi yang ketat.
Rahmanto Muhidin menjelaskan bahwa tanpa standarisasi, kualitas lulusan pendidikan agama akan bervariasi dan sulit diukur. Oleh karena itu, kehadiran Pemerintah Kabupaten dalam acara ini adalah untuk memberikan legalitas dan motivasi agar para pendidik Al-Qur’an merasa bangga dengan profesinya yang kini mulai tertata secara sistematis melalui metode yang modern dan menyenangkan.
Pemerintah juga menggarisbawahi pentingnya metode yang “menyentuh hati” sebagaimana keunggulan Metode Ummi. Hal ini dianggap selaras dengan pendekatan humanis yang diusung Pemkab dalam setiap program kemasyarakatan. Jika pengajaran dilakukan dengan cara yang mudah dan menyenangkan, maka minat generasi muda untuk belajar agama akan meningkat secara drastis.
Kehadiran Ketua pengurus Cabang Patayat NU sekaligus Wakil Ketua I DPRD Mura, Dina Maulidah, menambah bobot urgensi kegiatan ini dari sisi keterwakilan masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang solid di seluruh wilayah Murung Raya, hingga ke desa-desa terpencil.
Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjadikan hasil Tashih sebagai acuan dalam penempatan tenaga pendidik agama di masa depan. Pemkab berharap, dengan guru yang berkualitas, anak-anak Murung Raya tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara yang baik.(*)
