NewsKalteng.com, Puruk Cahu – Kesuksesan program pertanian tidak hanya bergantung pada modal, tetapi juga pendampingan di lapangan. Hal tersebut ditegaskan oleh Asisten III Setda Murung Raya, Andri Raya, dalam rapat koordinasi perluasan lahan jagung pada 6 April 2026.
Pemkab Mura menerima laporan dari sejumlah kelompok tani, termasuk Kelompok Tani Danau Usung, mengenai kurang aktifnya penyuluh pertanian. Menanggapi hal ini, Andri Raya berjanji akan melakukan evaluasi dan penguatan fungsi penyuluhan di setiap kecamatan.
Dalam rapat tersebut, Pemkab juga mendapat dukungan dari Wakapolres Mura untuk melakukan pengawasan melekat. Para Kapolsek dan Babinsa diminta untuk mendampingi penyuluh dalam mengawal program pengembangan jagung agar berjalan tepat sasaran.
Andri Raya menyatakan bahwa kehadiran aparat di lapangan akan memberikan rasa aman bagi petani. Selain itu, pendampingan ini penting untuk memastikan dana KUR yang dipinjam petani benar-benar digunakan untuk peningkatan produktivitas lahan.
Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap kendala yang dihadapi petani, mulai dari masalah hama hingga kendala alat, dapat segera dilaporkan. Dengan pengawasan yang ketat, Pemkab yakin target peningkatan produksi jagung tahun ini dapat tercapai secara maksimal.
Sinergi antara Pemkab, Polri, dan tenaga penyuluh diharapkan mampu menciptakan iklim bertani yang kondusif. Pemkab Murung Raya berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan setiap kelompok tani demi mewujudkan visi kesejahteraan masyarakat pedesaan.(*)













